Senin, 24 Oktober 2016


PERKEMBANGAN TEKNOLIGI TEKNIK INDUSTRI
Sumbangan Konsep Teknologi
Pandangan umum tentang teknologi sangat mempengaruhi teknologi pendidikan. Awal dari kebutuhan teknologi untuk dunia pendidikan karena pengaruh teknologi produk yang makin banyak diminati masyarakat.
Pengertian Umum mengenai Teknologi
Kutipan konsep-konsep teknologi pendidikan berasal dari Finn, Simon, Saettler,  Heinich, et al.
Selama ini kita menganggap bahwa teknologi memang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.  Kita terbiasa dan cenderung menganggap teknologi sebagai peralatan dan berkaitan dengan mesin, komputer, dan serba  elektronik.  Padahal arti  teknologi sangat luas dan tergantung peran teknologi itu sendiri bagi manusia.
 Berbagai konsep teknologi
Finn, 1960 sebagaimana dikutip oleh Gentry menyatakan, “selain diartikan sebagai mesin, teknologi bisa mencakup proses, sistem, manajemen, dan mekanisme pantauan; baik manusia itu sendiri atau bukan, serta …… secara luas, cara pandang terhadap masalah berikut lingkupnya, tingkat kesukaran, studi kelayakan, serta cara mengatasi masalah secara teknis dan ekonomis”.  Dalam hal yang sama, ia mengutip pula konsep Simon (1983) yang berbunyi, “teknologi sebagai disiplin rasional, dirancang untuk meyakinkan manusia akan keahliannya menghadapai alam fisik atau lingkungan melalui penerapan hokum atau aturan ilmiah yang telah ditentukan”.
1. Pengembangan industri suatu negara harus dapat memanfaatkan keuntungan komparatif yang dipunyai oleh negara tersebut. Biasanya pemilihan keunggulan komparatif yang akan dipakai untuk perumusan kebijakan pengembangan industri adalah tidak mudah, karena dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, keadaan pasar dan ekonomi dunia. Keuntungan komparatif ini biasanya dikaitkan dengan peningkatan daya saing yang mungkin dapat diperoleh dipasaran dalam atau luar negeri.
2. Indonesia yang sedang membangun industrinya juga berusaha untuk memanfaatkan keuntungan komparatif yang dipunyainya, yang berbentuk kekayaan alam yang melimpahan penduduknya yang banyak. Dengan perkembangan ekonomi akhir-akhir ini mulai tampak bahwa keuntungan komparatif yang didasarkan atas tersedianya tenaga kerja yang melimpah tidak dapat lagi diterapkan disemua bidang kegiatan yang secara tradisional mengandalkan kepada keuntungan tersebut.
3. Berdasarkan pembinaan pemerintah diwaktu yang lampau, maka saat ini sudah mulai tampak pola-pola keberhasilan dalam industri Indonesia. Salah satu sektor industri yang maju ialah industri kimia dan logam dasar yang telah dapat menyediakan bahan dasar bagi industri hilir di Indonesia. Sektor-sektor lain yang juga telah memberikan hasil ialah industri strategis seperti PT.. IPTN, PT. PAL, PT. INTI, sebagai pusat-pusat alih teknologi yang pada waktu yang akan datang akan menjadi sumber teknologi bagi industri lainya. Sektor industri lain yang juga telah memberikan hasilnya di Indonesia adalah industri perakitan dalam bidang permesinan dan elektronika.
Sebagaimana diketahui, bahwa peningkatan daya saing sektor industri khususnya industri  manufaktur menjadi  hal  yang sangat penting karena sektor tersebut memberikan  kontribusi yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun, apabila kita  cermati laporan tahunan  World Economic Forum dalam  Global  Competitiveness Index (Indeks Daya saing Global) dari tahun 2011 sampai tahun 2015,  potret daya saing Indonesia menurut laporan World Economic Forum (WEF) berfluktuatif  walaupun tahun terakhir mengalami penurunan 3 point, cenderung meningkat dari ranking  46 pada periode  2011-2012 menjadi ranking 37 pada periode 2015-2016. Hal ini  menunjukkan bahwa kemampuan inovasi belum diiringi dengan pendayagunaan  hasil-lhasil litbang  secara optimal terutama oleh sektor industri yang merupakan motor  penggerak ekonomi utama. Berdasarkan hal tersebut maka perlu adanya perhatian khusus  mengkaitkan antara pilar innovation dengan pilar technological readiness
Di lain pihak, sektor industri khususnya industri manufaktur telah memberikan kontribusi  yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan  daya saing sektor industri khususnya industri manufaktur menjadi hal yang sangat penting.  Data dari Indikator Iptek LIPI (2011) pada kurun waktu 1990 sampai dengan 2009 sektor  industri manufaktur di Indonesia memberikan peningkatan kontribusi pada PDB dari  20,33% menjadi 26,38%.
Banyak sektor produksi yang strategis di industri kurang dapat berkembang dengan baik.  Hal ini karena lemahnya penguasaan berbagai bidang teknologi yang terkait. Di pihak para  pesaing, bidang-bidang teknologi yang terkait dengan sektor produksi yang strategis  mengalami kemajuan-kemajuan yang semakin cepat dan cukup berarti. Oleh karena itu,  tanpa dilakukan usaha yang serius dan jangka panjang dalam penguasaan teknologi,  perkembangan sektor produksi itu akan semakin tertinggal. Keterlibatan industri menjadi kunci pendorong dalam dalam rangka mempercepat proses  inovasi, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku R & D di sektor industri, dan  meningkatkan produk-produk hasil industri dalam negeri, serta memberikan peluang penciptaan lapangan pekerjaan pada sektor industri tersebut dengan adanya proyekproyek R & D. Industri membutuhkan dukungan program litbang dari Pemerintah termasuk dukungan pendanaanya untuk melakukan pengembangan produk industri tersebut.
Selain itu, industri membutuhkan kerjasama litbang dengan perguruan tinggi dan lembaga  litbang yang terkait.Industri membutuhkan dukungan program dan pendanaan dari  pemerintah untuk mengembangkan produk-produk teknologi industri nasional yang bukan  hanya sebatas output namun sudah masuk pada kategori prototipe laik industri yang  masuk pada fase pra-komersial (telah teruji) dan benar-benar siap untuk mass production.
Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) dilahirkan pada tahun 2015.  Oleh karena itu, skema Program Pengembangan Teknologi  Industri diharapkan dapat meningkatkan produktivitas R&D di industri dan dapat  menjawab isu-isu strategis nasional yang bersifat mission driven.
SUMBER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar