PERKEMBANGAN TEKNOLIGI TEKNIK INDUSTRI
Sumbangan Konsep Teknologi
Pandangan umum tentang teknologi
sangat mempengaruhi teknologi pendidikan. Awal dari kebutuhan teknologi untuk
dunia pendidikan karena pengaruh teknologi produk yang makin banyak diminati
masyarakat.
Pengertian
Umum mengenai Teknologi
Kutipan konsep-konsep teknologi
pendidikan berasal dari Finn, Simon, Saettler,
Heinich, et al.
Selama ini kita menganggap bahwa teknologi
memang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita terbiasa dan cenderung menganggap teknologi
sebagai peralatan dan berkaitan dengan mesin, komputer, dan serba elektronik.
Padahal arti teknologi sangat
luas dan tergantung peran teknologi itu sendiri bagi manusia.
Berbagai konsep teknologi
Finn, 1960 sebagaimana dikutip oleh
Gentry menyatakan, “selain diartikan sebagai mesin, teknologi bisa mencakup proses,
sistem, manajemen, dan mekanisme pantauan; baik manusia itu sendiri atau bukan,
serta …… secara luas, cara pandang terhadap masalah berikut lingkupnya, tingkat
kesukaran, studi kelayakan, serta cara mengatasi masalah secara teknis dan
ekonomis”. Dalam hal yang sama, ia
mengutip pula konsep Simon (1983) yang berbunyi, “teknologi sebagai disiplin
rasional, dirancang untuk meyakinkan manusia akan keahliannya menghadapai alam
fisik atau lingkungan melalui penerapan hokum atau aturan ilmiah yang telah
ditentukan”.
1. Pengembangan industri suatu negara
harus dapat memanfaatkan keuntungan komparatif yang dipunyai oleh negara
tersebut. Biasanya pemilihan keunggulan komparatif yang akan dipakai untuk
perumusan kebijakan pengembangan industri adalah tidak mudah, karena dipengaruhi
oleh perkembangan teknologi, keadaan pasar dan ekonomi dunia. Keuntungan komparatif
ini biasanya dikaitkan dengan peningkatan daya saing yang mungkin dapat diperoleh
dipasaran dalam atau luar negeri.
2. Indonesia yang sedang membangun
industrinya juga berusaha untuk memanfaatkan keuntungan komparatif yang
dipunyainya, yang berbentuk kekayaan alam yang melimpahan penduduknya yang
banyak. Dengan perkembangan ekonomi akhir-akhir ini mulai tampak bahwa
keuntungan komparatif yang didasarkan atas tersedianya tenaga kerja yang
melimpah tidak dapat lagi diterapkan disemua bidang kegiatan yang secara
tradisional mengandalkan kepada keuntungan tersebut.
3. Berdasarkan pembinaan pemerintah
diwaktu yang lampau, maka saat ini sudah mulai tampak pola-pola keberhasilan
dalam industri Indonesia. Salah satu sektor industri yang maju ialah industri
kimia dan logam dasar yang telah dapat menyediakan bahan dasar bagi industri
hilir di Indonesia. Sektor-sektor lain yang juga telah memberikan hasil ialah
industri strategis seperti PT.. IPTN, PT. PAL, PT. INTI, sebagai pusat-pusat
alih teknologi yang pada waktu yang akan datang akan menjadi sumber teknologi
bagi industri lainya. Sektor industri lain yang juga telah memberikan hasilnya
di Indonesia adalah industri perakitan dalam bidang permesinan dan elektronika.
Sebagaimana diketahui, bahwa
peningkatan daya saing sektor industri khususnya industri manufaktur menjadi hal
yang sangat penting karena sektor tersebut memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pertumbuhan
ekonomi di Indonesia. Namun, apabila kita cermati laporan tahunan World Economic Forum dalam Global
Competitiveness Index (Indeks Daya saing Global) dari tahun 2011 sampai
tahun 2015, potret daya saing Indonesia
menurut laporan World Economic Forum (WEF) berfluktuatif walaupun tahun terakhir mengalami penurunan 3
point, cenderung meningkat dari ranking 46
pada periode 2011-2012 menjadi ranking
37 pada periode 2015-2016. Hal ini menunjukkan
bahwa kemampuan inovasi belum diiringi dengan pendayagunaan hasil-lhasil litbang secara optimal terutama oleh sektor industri
yang merupakan motor penggerak ekonomi
utama. Berdasarkan hal tersebut maka perlu adanya perhatian khusus mengkaitkan antara pilar innovation dengan
pilar technological readiness
Di lain pihak, sektor industri
khususnya industri manufaktur telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi di
Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan daya
saing sektor industri khususnya industri manufaktur menjadi hal yang sangat
penting. Data dari Indikator Iptek LIPI
(2011) pada kurun waktu 1990 sampai dengan 2009 sektor industri manufaktur di Indonesia memberikan
peningkatan kontribusi pada PDB dari 20,33%
menjadi 26,38%.
Banyak sektor produksi yang strategis
di industri kurang dapat berkembang dengan baik. Hal ini karena lemahnya penguasaan berbagai
bidang teknologi yang terkait. Di pihak para
pesaing, bidang-bidang teknologi yang terkait dengan sektor produksi
yang strategis mengalami
kemajuan-kemajuan yang semakin cepat dan cukup berarti. Oleh karena itu, tanpa dilakukan usaha yang serius dan jangka
panjang dalam penguasaan teknologi, perkembangan
sektor produksi itu akan semakin tertinggal. Keterlibatan industri menjadi
kunci pendorong dalam dalam rangka mempercepat proses inovasi, meningkatkan kapasitas dan
kapabilitas pelaku R & D di sektor industri, dan meningkatkan produk-produk hasil industri
dalam negeri, serta memberikan peluang penciptaan lapangan pekerjaan pada
sektor industri tersebut dengan adanya proyekproyek R & D. Industri
membutuhkan dukungan program litbang dari Pemerintah termasuk dukungan
pendanaanya untuk melakukan pengembangan produk industri tersebut.
Selain itu, industri membutuhkan
kerjasama litbang dengan perguruan tinggi dan lembaga litbang yang terkait.Industri membutuhkan
dukungan program dan pendanaan dari pemerintah
untuk mengembangkan produk-produk teknologi industri nasional yang bukan hanya sebatas output namun sudah masuk pada
kategori prototipe laik industri yang masuk
pada fase pra-komersial (telah teruji) dan benar-benar siap untuk mass
production.
Berdasarkan pemikiran tersebut di
atas, Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) dilahirkan pada tahun
2015. Oleh karena itu, skema Program
Pengembangan Teknologi Industri
diharapkan dapat meningkatkan produktivitas R&D di industri dan dapat menjawab isu-isu strategis nasional yang
bersifat mission driven.
SUMBER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar